Sabtu, 15 Juni 2019

Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Membeli Tanah


Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Membeli Tanah

Tanah merupakan harta yang tidak bergerak yang merupakan salah satu bentuk investasi yang paling menguntungkan, sehingga diminati oleh banyak orang. Jelas saja diminati, pasalnya harga tanah akan semakin naik dari hari ke hari. Sebagai contoh bila Anda membeli tanah sekarang dan Anda menjualnya 2-5 tahun kemudian, dijamin harganya akan berlipat ganda dari harga saat Anda membeli. Si empunya tanah hanya harus membayar pajak setiap tahun dan jumlahnya pun terbilang kecil, tergantung wilayah masing-masing.

Bila kalian saat ini ingin inves dalam hal tanah ada baiknya Anda harus memperhatikan dengan seksama cara-cara aman membeli tanah, pasalnya saat ini semakin banyak kasus persengketaan lahan atau tanah yang pada akhirnya akan merugikan Anda sendiri. Tentu Anda tidak ingin tanah yang telah Anda beli ternyata bermasalah dalam kepemilikan dan keabsahan sertifikat, atau masalah lain. Buat itu bila Anda ingin pembelian tanah Anda tidak bermasalah, Anda harus membaca tips-tips  membeli tanah yang aman berikut ini.

1. Cek Kondisi Tanah
Tanah yang hendak Anda beli sebaiknya di cek terlebih dahulu, baik kontur tanahnya maupun potensi tanahnya. Bila tanah tersebut termasuk tanah bergerak maka sebaiknya Anda mencari tanah di lokasi lain karena tanah yang bergerak tidak baik bila dibangun rumah di atasnya. Selain itu lihatlah dulu lokasi tanahnya, apakah strategis atau tidak. Semakin strategis lokasinya maka keuntungan Anda akan semakin berlipat. Bila di pinggir jalan, maka pastikan bahwa tanah tersebut tidak masuk dalam rencana pelebaran jalan atau kemungkinan buruk lain.

2. Memeriksa Surat-Surat Tanahnya
Sebelum Anda membeli tanah pastikan bahwa surat-surat tanahnya masih lengkap dan absah, termasuk juga kepemilikannya. Bila tanah tersebut sudah bersertifikat maka periksalah apakah sertifikat tersebut sudah berpindah tangan atau belum, caranya dengan  meminta SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah) di kantor kelurahan setempat. Dan usahakan sertifikat tanah atas nama penjual tanah itu sendiri agar lebih mudah prosesnya.

Tetapi bila tanah tersebut belum bersertifikat dan masih berupa girik sebaiknya Anda memeriksa keabsahan bukti kepemilikannya, apakah valid atau tidak. Anda bisa meminta bantuan kepada petugas kelurahan atu kecamatan setempat. Dan juga lihat dengan teliti mengenai batasan-batasan tanah yang jelas, dengan cara meminta bantuan kepada PPAT ( Pejabat Pembuat Akta Tanah). Pemeriksaan surat-surat tanah wajib Anda lakukan agar Anda tidak mendapatkan masalah di kemudian hari.

3. Pemeriksaan Oleh PPAT
Buat memastikan keabsahan sertifikat tanah jual yang akan Anda beli, gunakanlah jasa PPAT buat memeriksanya. Mereka akan memeriksa tentang keaslian sertifikat tanah tersebut ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Tujuannya merupakan buat memastikan apakah sertifikat itu asli atau tidak, sedang dijaminkan atau tidak, atau mungkin dalam sengketa. Nah, bila diketahui sertifikat tersebut ternyata bermasalah maka PPAT akan atau seharusnya menolak AJB (Akta Jual Beli) tanah.

4. Membuat AJB Oleh PPAT
Bila sertifikat tanah jual dinyatakan absah atau tidak bermasalah dalam hal apapun maka selanjutnya merupakan membuat AJB oleh PPAT. Buat membuat Akta Jual Beli (AJB) biasanya dibutuhkan syarat-syarat berikut :
·         Surat pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) selama 5 tahun terakhir.
·         Sertifikat tanah buat pengecekan tanah ke badan pertanahan dan buat keperluan balik nama.
·         Surat izin mendirikan bangunan.
·         Dan bila masih dibebani hak tanggungan atau hipotik, harus ada surat roya dari bank bersangkutan.

5. Balik Nama Sertifikat Tanah
Setelah PPAT selesai membuat AJB, maka PPAT kemudian menyerahkan berkas AJB tersebut ke BPN buat mengurus balik nama sertifikat tanah yang dibeli. Penyerahan berkas buat balik nama selambat-lambatnya 7 hari setelah penandatanganan AJB agar segera diproses. Umumnya sekitar 14 hari setelah penandatanganan tersebut pembeli akan segera mendapatkan sertifikat baru atas nama yang baru pula (nama pembeli). Beberapa syarat atau berkas yang diserahkan buat membalik nama sertifikat tanah jual yang akan dibeli merupakan sebagai berikut :
·         Surat permohonan mengenai balik nama dengan ditandatangani oleh pembeli tersebut
·         Akta jual beli, sertifikat.
·         KTP pembeli dan penjual.
·         Bukti pelunasan pembayaran PPh.
·         Bukti pelunasan pembayaran BPHTB.

6. Mengurus Pajak
Setelah semua prosedur di atas telah rampung, maka hal yang dilakukan selanjutnya merupakan mengurus pembayaran pajak melalui PPAT, namun Anda dapat jua membayarnya sendiri. Buat BPHTB, yang awalnya dibayarkan ke kas negara, sekarang harus dibayarkan ke kas masing-masing pemerintah daerah melalui Dipenda (Dinas Pendapatan Daerah) yang ada.

Nah, buat Anda yang berencana atau akan membeli tanah jual maka sebaiknya Anda perhatikan tips-tips di atas agar aman dan tidak bermasalah. Permasalahan sengketa lahan bisa Anda antisipasi dari awal, salah satunya dengan melakukan jual beli tanah dengan teliti dan hati-hati.

Demikian informasi dari kami tentang tips membeli tanah yang aman terlengkap. Semoga bermanfaat buat Anda semua dan terima kasih sudah membaca artikel kami.

continue reading Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Membeli Tanah